Wednesday, 17 June 2015

Menjelajahi Taman Nasional Kutai Sangkima

Selamat Datang di TN Kutai Sangkima

Taman Nasional Kutai menjadi TN ke-6 yg saya datangi pada tahun 2014. Bisa dibilang TN terjauh yg saya hampiri. Sebenernya engga juga sih, karena TN Kutai ini terletak sangat dekat dengan rumah saya di Bontang, tepatnya sekitar 1 jam dari rumah saya. Lokasinya berada di jalan raya menuju ke Sangatta. Sangat strategis tempatnya, jadi di jalan raya langsung kelihatan. TN Kutai terbagi menjadi 2, yaitu Sangkima & Prevab. Sangkima menjadi cagar alam, sedangkan Prevab lebih di khususkan sebagai tempat suaka margasatwa bagi Orang Utan. Karena keterbatasan waktu, saya hanya mampir ke Sangkima.

Taman Nasional ke-6 !
Bersama Teman, Isti & Puspa

Bareng saudara juga, Kakak & Adek

TN Kutai Sangkima bisa dibilang tempat trekking santai, karena isinya emang tempat trekking hahaha. Awal trekking masih dengan menjejakkan kaki di papan rute trekking yg kemudian mengantarkan menuju jembatan untuk menyebrangi sungai.





Jembatan ini semakin lama semakin renggang.



Sembari berjalan, saya juga memperhatikan sekitar. Saya menemukan tempat duduk yg sudah tidak terawat sehingga hampir dipenuhi tanaman dan ada juga bivak alami yg entah siapa yg bikin. Terdapat banyak sekali tanaman yg belum pernah saya lihat sebelumnya. Yg pada akhirnya saya bertemu dg pohon yg sangat besar. Pohon Ulin terbesar.

Pic by Tyo
Bivak Alami

Pic by Tyo
Pic by Tyo
Tidak hanya tanaman saja, saya juga menemukan hewan melata yg baru pertama kali saya lihat. Bentuknya menyerupai kumbang (tapi percayalah ia melata) dengan warna oren-hitam. Apabila dia diganggu akan membentuk bola yg seketika mirip dengan bola basket.



Pic by Tyo
Pic by Tyo
Saya tidak tau pastinya trekking ini berapa kilometer tapi lumayan bikin kesal untuk yg belum terbiasa trekking jauh. Misalnya kakak saya yg mulai bete karena trekkingnya gak selesai-selesai, hehe.

Tetep nikmatin aja

Take nothing but pictures
Jembatan yg semakin renggang pun semakin menjadi. Kami pun berhadapan dengan jembatan yg mau gak mau harus dilewati daripada berenang di sungai yg siapa tau ada buayanya atau nyerah dan balik lagi ke trekking start, dimana perjalanan udah jauh banget.

Tadaaa!!!
Tidak sampai di jembatan situ aja. Selanjutnya, dengan kaki yg masih gemetaran harus dihadapkan dengan jembatan yg renggang dan tanpa pegangan.

Jembatan penutup
Ternyata jembatan tersebut menjadi jembatan terakhir dan kemudian saya kembali ke information center dimana saya memulai trekking tadi. Lumayan bikin gempor untuk yg tidak terbiasa, tapi menurut saya trekking di TN Kutai menyenangkan. Jika ada waktu, saya harap bisa mampir ke Prevab untuk melihat Orang Utan karena selama saya trekking di Sangkima saya tidak bertemu dengan Orang Utan satu pun.


0 comments:

Post a Comment