Saturday, 20 June 2015

Berkunjung ke 'rumah' Alfaris


Hari ini mengunjungi makam Alfaris. Bulan kelima (lebih) tanpa sahabat terhebat saya yg sangat mempengaruhi hidup saya hingga saat ini, bulan kelima yg melampaui rekor nggak ketemu saat dulu dia sedang mengikuti Ekspedisi NKRI 2013 di Sulawesi. Kali ini saya datang sendirian, yah lumayan sudah mulai hafal jalannya dari rumah menuju Blender. Sebelumnya saya pergi ke Tugu Kujang dulu untuk membeli bunga untuk dia. Sesampainya di makam sempat muter-muter karena lupa blok makamnya dan setelah memarkir motor saya, saya juga kebingungan mencari makamnya. Terlalu menengok jauh, ternyata pas saya noleh agak kebawah, ah, ternyata dekat banget.

Makamnya sudah rata. Terlihat retakan tanah dan sekaran bunga yg sudah kering. Saya terduduk dan terdiam sejenak. Ternyata masih belum bisa menahan air mata.

"Assalamualaikum. Hai, ganteng. Maaf baru mampir lagi. Seharusnya bunga mawar ini aku anterin buat wisuda, yah seharusnya begitu. Aku kangen banget sama kamu. Aku kangen. Aku kangen. Aku kangen. Sekarang aku gak ada temen cerita. Aku gak bisa ngomong apa-apa selain maaf. Maaf aku cuma bisa bawain bunga dan doa. Maafin aku yg dulu gak bisa bikin kamu jadi manusia yg lebih baik. Maaf aku kali ini gak bisa lama-lama nemenin kamu, walaupun aku sebenernya pengen lama-lama nemenin."

Berdoa. Aku hanya bisa berdoa. Berdoa pada Allah berharap segala dosamu dihapuskan dan kamu dipeluk dengan erat olehNya, dibawa ketempat yg indah. Serta, berharap kamu bisa mendangarkan doaku dan perkataanku yg aku sangat sangat sangat merindukanmu. Hanya dua tangkai bunga mawar putih yg bisa aku bawakan, serta menyelimuti tanahmu yg mulai retak dengan kelopak bunga mawar, merah dan putih. Walaupun bunga-bunga ini tidak akan sampai ke kamu, setidaknya makammu jadi sedikit ramai dan indah.

Ah iya, saat perjalanan menuju lokasi makam tadi, rasa ini masih ada. Rasa excited dimana saya nggak sabar ingin bertemu denganmu, walau sekarang yg saya temui bukan kamu namun makammu. Tapi, tetap, walau tidak bertemu denganmu secara fisik, aku tetap bahagia bisa datang ke rumahmu. Nanti aku mampir lagi ya, Vi. :)

0 comments:

Post a Comment